Pembatasan Angkutan Container

Gallery

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta  berencana untuk mulai membatasi jam operasional angkutan berat pada bulan April mendatang. Kebijakan ini oleh sebagian orang  dinilai hanya akan memindahkan masalah, bukan memecahkan masalah.  Pasalnya, angkutan berat bisa saja mencari jalan alternatif lain yang akan … Continue reading

Penalti Penumpukan Container

Terhitung mulai pukul 00.00 tanggal 1 Januari 2012 pengelola Pelabuhan Tanjung Priok yaitu PT Pelindo II akan mengenakan penalti terhadap penumpukan kontainer. Penalti tersebut berlaku bagi pemilik kontainer yang menaruh barangnya di pelabuhan labih dari 2 hari setelah mengantongi surat persetujuan pengeluaran barang (SPPB) dengan denda 200-300%

Kebijakan tersebut sangat positif bagi kecepatan arus keluar barang di Pelabuhan Tanjung Priok. Karena pelabuhan hanya tempat transit bukan tempat penumpukan barang

Berikut ini adalah isi dari surat direksi PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) No HK 56/4/15/PI.II-11 tanggal 30 November 2011 tentang penyempurnaan pasal 14 dan 15 keputusan   PT. Pelindo Nomor HK.56/3/2/PI.II-08 tentang tarif Pelayanan Jasa Petikemas di Terminal Petikemas Tanjung  Priok.

 

Penumpukan kontainer atau petikemas impor yang telah selesai proses kepabeanan atau telah menerima surat persetujuan pengeluaran barang (SPPB):

  • Jika SPPB terbit setelah petikemas menumpuk di lapangan penumpukan. Maka hari ketiga sejak tanggal penerbitan SPPB, akan dikenakan biaya tambahan atau penalti sebesar 200% dari tarif yang dikenakan saat itu.
  • Jika SPPB terbit sebelum kegiatan bongkar. Maka hari keempat sejak penumpukan di lapangan dikenakan tambahan sebesar 200% dari tarif yang dikenakan pada saat itu.

Tarif pelayanan jasa penumpukan petikemas impor yang telah terbit Surat Penyerahan Petikemas (SP2):

 

  • Jika SP2 terbit setelah petikemas menumpuk dilapangan penumpukan. Maka hari ketiga sejak tanggal penerbitan SP2 dikenakan tambahan sebesar 200% dari tarif yang dikenakan saat itu.
  • Untuk partai besar diatas 50 box per B/L. Maka hari kelima sejak tanggal penerbitan SP2 dikenakan tambahan sebesar 300% dari tarif yang dikenakan saat itu.

Selain itu Petikemas FCL impor maupun LCL impor yang tidak diambil dalam jangka 7 hari terhitung sejak hari pertama penumpukan dapat dipindahlokasikan ke tempat lain di luar terminal petikemas Koja. Segala biaya yang timbul menjadi beban pemilik barang atau pemilik yang menguasai petikemas.

Kereta Api Kontainer Siap Mendukung Jasa Cargo Murah

Perusahaan jasa cargo murah, land transporter dan LCL cargo saat ini patut berbangga. Pasalnya kereta api  container   dijadwalkan akan  beroperasi penuh pada 2014. PT. KAI (PT. Kereta Api Indonesia)  sebagai BUMN dan penyedia jasanya saat ini  telah mulai melakukan  ujicoba. Walaupun belum maksimal karena terkendala banyak hal, tentunya kita sebagai anak bangsa kita harus mengapresiasinya.

Menurut berita dai PT. KAI,   saat ini  kereta kontainer itu telah beroperasi delapan kali sehari, dengan tujuan Surabaya-Semarang-Jakarta dan sebaliknya. Satu rangkaian kereta paling tidak  mampu menarik 20 gerbong dengan kapasitas 40 TEUs untuk ukuran petikemas 20 feet, dan 20 TEUs untuk ukuran 40 feet.

Sebenarnya wacana  pengoperasian kereta kontainer sudah bergulir sejak 2008 lalu, namun baru terealisasi saat ini. Pengoperasian ini semata mata bukan hanya  untuk mensupport  jasa cargo murah, namun juga untuk kepentingan yang lebih luas.  Harapannya adalah  pada tahun 2014  kereta api ini  sudah optimal,  sehingga memperlancar arus barang dan jasa dari Jakarta (Indonesia bagian barat) ke Surabaya (Indonesia bagian timur).

Kereta api  kontainer ini merupakan joint operation antara PT KAI dengan PT Pelindo III, dimana kedua pihak sama-sama diwakili dua anak perusahaan.  PT KAI dalam hal ini diwakili KA Logistik,  sedangkan PT Pelindo III diwakili BJTI.

Saat ini  PT KAI telah memilih tiga  tempat (setasiun) untuk bongkar muat kontainer yang sudah beroperasi, yakni  di Jakarta (Stasiun Kampung Bandan) dan di Surabaya (Stasiun Kalimas dan Stasiun Pasar Turi).

Stasiun  Kalimas adalah  daerah paling dekat dengan pelabuhan Tanjung Perak., sebagai pusat hub (transit)  barang dan jas untuk  Indonesia bagian timur.

Melalui PT. KA Logistic saat ini telah memiliki kontainer tersendiri, sehingga pengorerasian kereta ini lebih bagus dan keamanan barang lebih terjamin.

====

Jasa Cargo Murah

Less than Container Load (Abbreviation: LCL)

Less than Container Load (Abbreviation: LCL)

For operational purposes a LCL (Less than full container load) container is considered a container in which multiple consignments or parts thereof are shipped.


Container Service Charges

Container Service Charges

Charges at destination to be paid by cargo interests as per tariff. This charge is considered accessorial and is added to the base ocean freight. It covers crane lifts off the vessel, drayage of the container within the terminal and gate fees at the terminal operation.